Arsip Blog

Alnect Komputer: Creative Zen V Plus, MP4 Berkualitas Harga Pas!

Namanya tidak sepopuler iPOD. Tapi kalau ngomongin tentang gadget MP4 yang satu ini kualitasnya tidak jauh beda dengan iPOD. Mungkin cuma harga yang membedakan keduanya. Ya, MP4 Creative Zen V Plus memang bukan sembarang MP3 dan Video player biasa. Dengan harga yang relatif murah Anda bisa menikmati berbagai fitur dan kemudahan dalam pemakaiannya. Bentuknya mungil dengan desain yang futuristik sangat cocok bagi Anda yang berjiwa muda. Layarnya berupa OLED LCD yang apabila dilihat dari sudut manapun tetap menghasilkan tampilan yang sama, tidak buram sebagaimana merek MP4 lainnya. Yang menarik tentu saja kualitas suara yang sangat mengagumkan yang ditunjang dengan masa pemakaian baterai yang cukup lama. Dijamin Anda tidak akan menyesal membelinya.

Gadget ini dilengkapi juga dengan berbagai fitur seperti radio FM, perekam suara, pemutar audio dan video, serta penampil foto. Creative Zen V Plus mendukung file audio dengan format MP3, WAV, WMA. Sedangkan file Video dengan format AVI. Kapasitas penyimpan datanya pun cukup besar yaitu 2 GB. Garansi? Jelas ada, nah untuk info selengkapnya bisa Anda baca di sini:

Lihat lebih lengkap

Jembatan Sardjito II Yogyakarta

Alhamdulillah, kabar gembira bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya bahwa mulai sekarang ini jembatan yang selesai dibangun yaitu jembatan Sardjito II Yogyakarta sudah bisa dilewati kendaraan bermotor meskipun baru satu jalur yang diperbolehkan. Artinya, bila Anda ingin menuju ke sekitar jalan Kaliurang atau ke kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dari arah barat maka tidak perlu memutar ke Jetis (jalan A.M. Sangaji) dulu. Begitu juga dari arah utara tidak perlu melintasi tembusan jalan kecil searah selokan Mataram yang lumayan sulit dilalui kalau menggunakan mobil. Jadi, hal ini akan menghemat waktu perjalanan Anda dan tentu saja menghemat bensin.

Lokasi jembatan Sardjito II ini terletak di sebelah utara Kampus Fakultas Teknik UGM tepatnya pada ruas jalan baru yang menghubungkan jalan Kaliurang (Kampus UGM) dengan jalan Nyi Condro Kirono Lukito (Monjali). Jembatan ini bediri dengan gagah di atas Kali Code yang membelah kota Yogyakarta dari utara ke selatan. Ada yang bilang jembatan ini bernama Jembatan Pendekat UGM dan ada juga yang bilang Jembatan Sardjito II. Saya tidak tahu mana yang benar. Yang jelas kita akan segera tahu kalau jembatannya sudah diresmikan. Berikut peta lokasinya.

Lihat lebih lengkap

Belajar Islam Gratis, Dapat Uang Saku+Laptop, Mau??

Universitas Al-Madinah Internasional (Al-Madinah International University, MEDIU) adalah universitas islam virtual pertama di dunia, yang dicetuskan oleh para ulama di timur tengah. Dengan dilatar belakangi oleh sulitnya kesempatan menuntut ilmu ke kota Nabi, yaitu di Madinah Al-Nabawiyah. Sehingga para ulama memiliki gagasan untuk mengantarkan khazanah ilmiah warisan para nabi keseluruh penjuru dunia, agar semakin banyak orang yang dapat mempelajarinya.

Dengan sistem pembelajaran yang menggabungkan antara sistem kelas virtual dan sistem klasikal berupa tatap muka secara langsung dengan pengajar, diharapkan lulusan MEDIU ini akan memiliki kualifikasi yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan ummat akan thalibul ilmi yang akan memenuhi dunia ini dengan nuansa kesejukan dari syariat Allah Subhanahu wata’ala.

Berikutnya

Jakarta Ada Di Cirebon

Tanggal 22 Juni 2008 yang lalu Kota Jakarta merayakan ulang tahunnya ke-481. Tidak seperti kota-kota lainnya, Jakarta mengambil namanya sendiri sebagai patokan hari ulang tahunnya. Andaikata Pasar Ikan yang kemudian berganti nama menjadi Sunda Kelapa, yang oleh para ahli diyakini sebagai asal muasal Kota Jakarta menjadi patokannya, pasti umur Kota Jakarta sudah lebih dari 500 tahun.

Nama Sunda Kelapa, menurut Prof. Poerbatjaraka, sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Pajajaran 1335. Bahkan mungkin sejak zaman Kerajaan Tarumanagara (abad IV – V) yang menjadikan Sunda Kelapa sebagai bandar lautnya. Logikanya, bagaimana mungkin agama Hindu bisa tersebar dari India sampai ke bumi Jawa Barat kalau wilayah ini tidak memiliki bandar laut.

Adalah Fatahillah, yang sering disebut Falatehan, panglima perang kerajaan Demak yang merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis yang dipimpin Francisco de Sa, salah seorang anak buah Panglima Angkatan Laut Portugis Vasco da Gama, pelopor pelayaran armada Portugis ke Timur Jauh.

Francisco lantas mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, artinya Hari Kemenangan Akhir. Nama ini kemudian dipilih oleh Fatahillah sebagai peringatan kebrutalan tentara Portugis waktu menyerang dan menduduki Kerajaan Samudera Pasai, kampung halamannya.

Dalam perjalanan hidupnya, Fatahillah tinggal di Cirebon. Di sana ia menyebarkan agama Islam ke wilayah pesisir utara Jawa Barat sampai akhir hayatnya. Jasadnya dimakamkan di Desa Gunung Jati, Cirebon. Itu sebabnya ia dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo.

Lantas apa hubungannya dengan nama-nama tempat di Jakarta yang mirip dengan nama daerah di Cirebon? Apakah lantaran Fatahillah ingin bernostalgia sehingga mengabadikan beberapa nama di Jakarta untuk dipindah ke Cirebon? Tak ada yang tahu pasti.

Read more…