Arsip Blog

Berdiri yang Dilarang

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa suka dihormati manusia dengan berdiri, maka hendaknya ia mendiami tempat duduknya di Neraka.” (HR. Ahmad, hadist shahih)

Anas bin Malik berkata yang artinya, “Tak seorang pun yang dicintai oleh para sahabat daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi, bila mereka melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadir), mereka tidak berdiri untuk beliau. Sebab mereka mengetahui bahwa beliau membenci hal tersebut.” (HR. At-Tirmidzi, hadits shahih)

1. Hadits di atas mengandung pengertian, bahwa seorang muslim yang suka dihormati dengan berdiri, ketika ia masuk suatu majlis, maka ia menghadapi ancaman masuk Neraka.

Sebab para sahabat yang sangat cintanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja, bila mereka melihat beliau masuk kedalam suatu majlis, mereka tidak berdiri untuk beliau. Karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka yang demikian.

2. Orang-orang biasa berdiri untuk menghormati sebagian mereka. Apalagi jika seorang ustadz masuk untuk memberikan pelajaran. Juga jika guru masuk ke ruang kelas, murid-murid segera berdiri untuk menghormatinya. Murid yang tidak mau berdiri akan dikatakan tidak beradab dan tidak hormat kepada guru. Selanjutnya

Kewajiban Mendidik Anak (Bag. 2)

Banyak kita jumpai di kalangan orang tua yang salah dalam mendidik anak-anaknya atau salah dalam memprioritaskan pendidikan bagi anak-anaknya. Dalam Islam telah diajarkan tentang hal-hal yang harus diajarkan kepada anak-anak, yaitu:

Pertama, Ilmu. Yang dimaksud di sini adalah ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i adalah kewajiban setiap muslim. Oleh karena itu, kita wajib mengajarkannya kepada anak-anak kita. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Menuntut ilmu itu wajib (fardhu ‘ain) atas setiap muslim”. Ilmu harus didahulukan sebelum berkata dan beramal. Kita juga dilarang berbicara tanpa ilmu. Sehingga kita diperintahkan untuk bertanya kepada ahli ilmu jika kita tidak memiliki pengetahuan tentang ilmu itu.

Kedua, At Tauhid. Tauhid merupakan asas Islam yang tertinggi dan kewajiban yang paling pertama sebelum segala sesuatu yang wajib diajarkan dan diperkenalkan kepada anak-anak kita. Karena untuk taudhid lah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia. Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu” (QS. Adz Dzaariyaat : 56).

Ketiga, As Sunnah. Banyak sekali dalil yang menyatakan tentang wajibnya berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah serta larangan menyalahinya. Sehingga hal ini wajib juga diajarkan pada anak-anak kita. Berikutnya

Kewajiban Mendidik Anak (Bag. 1)

Islam adalah agama yang mulia dan mengajarkan semua hal dalam kehidupan kita. Di antara hal yang diajarkan oleh Islam adalah tentang kewajiban orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Islam telah mengajarkan bagaimana cara mendidik anak yang benar dan apa yang harus diajarkan kepada anak menurut Al Qur’an dan As Sunnah.

Kewajiban orang tua untuk mendidik dan membekali anak dengan pendidikan agama berlaku sepanjang hayatnya, tidak akan pernah berhenti hingga anak-anak mereka dewasa dan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri mereka sendiri. Hal ini karena kebutuhan manusia terhadap ilmu agama (Islam) itu melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman.

Oleh karena itu, apabila seorang bapak hanya memenuhi kebutuhan makan dan minum anak-anaknya saja tanpa memberikan pengetahuan agama yang cukup, maka seolah-olah sang bapak telah membunuh anak-anaknya dengan cara mencekiknya sehingga sang anak pun mati karena kehabisan nafas. Read the rest of this entry