Category Archives: Spiritual

Apakah Merokok Itu Haram?

Rokok memang sesuatu yang tidak ditemukan di zaman Nabi, akan tetapi agama Islam telah menurunkan nash-nash yang universal, semua hal yang membahayakan diri, mencelakakan orang lain dan menghambur-hamburkan harta adalah hal yang haram.

Berikut ini dalil-dalil yang menunjukkan keharaman rokok:

1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Nabi tersebut menghalalkan untuk mereka semua hal yang baik dan mengharamkan untuk mereka semua hal yang jelek.” (QS. Al A’raf: 157)
Bukankah rokok termasuk barang yang jelek, berbahaya dan berbau tidak enak?

2. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran.” (QS. Al Baqarah: 195)
Padahal rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan TBC.

3. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri.” (QS. An Nisa: 29)
Padahal merokok merupakan usaha untuk membunuh diri secara pelan-pelan.

Selanjutnya

10 Alternatif Kegiatan Di Bulan Ramadhan

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa kepada kalian sebagaimana (puasa) telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman sebagaimana firmanNya di atas agar berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh kaum muslimin di seluruh dunia karena di dalamnya terdapat hikmah yang agung.

Kadang kita perlu beberapa agenda kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi diri kita sendiri sehingga dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan yang tidak berfaedah, bahkan malah mendapatkan dosa. Agar puasa kita berjalan seperti apa yang kita inginkan, berikut ringkasan 10 alternatif kegiatan di bulan Ramadhan yang bisa kita lakukan:

  1. Berusaha agar senantiasa bisa mendapatkan takbiratul ihram yang pertama bersama imam dalam seluruh shalat jama’ah lima waktu yang kita kerjakan di masjid, karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Barang siapa yang shalat karena Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa selama empat puluh hari berjama’ah dan mendapati takbiratul ihram yang pertama maka ia akan dibebaskan dari dua hal: dibebaskan dari api neraka dan dibebaskan dari kemunafikan.” (HR. Imam At Tirmidzi)
  2. Selanjutnya

Potret Kehidupan Salaf dalam Menyayangi Binatang

Setiap kebaikan adalah dengan mengikuti generasi para salaf. Para pendahulu kita dari generasi pertama umat ini telah mencontohkan bagaimana semestinya menyayangi binatang. Hal ini berbeda jauh dengan kebiasaan orang kafir barat yang berlebihan dalam menyayangi binatang.

Bukankah kita lihat bersama bahwa orang kafir lebih senang memandikan anjing piaraannya, disisir rambutnya dan diajak jalan-jalan ketimbang memandikan dan berjalan-jalan bersama anaknya sendiri!? Ini baru contoh kecil yang kita lihat. Maka berikut ini dinukilkan perikehidupan para salaf dalam menyayangi binatang, bagaimana sikap yang benar terhadap binatang, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan.

‘Abdullah bin Ja’far berkata: “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam pernah masuk ke sebuah kebun milik seorang Anshar. Tiba-tiba beliau mendapati seekor unta ada di sana. Melihat Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam datang, unta tersebut terharu dan menangis. Nabi pun menghampiri kemudian membelai kepala dan punuknya, sejenak unta tersebut terlihat diam dan tenang. Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam lantas bertanya: “Milik siapa unta ini?” Datanglah seorang pemuda Anshar dan berkata: “Milik saya wahai Rasulullah.” Rasulullah pun menasehatinya: “Tidakkah kamu takut kepada Allah terhadap binatang yang telah dijinakkan untukmu? Lihat unta ini mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya lapar dan lelah.” (HR. Abu Dawud, Hakim, Ahmad)

Read more

Berdiri yang Dilarang

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa suka dihormati manusia dengan berdiri, maka hendaknya ia mendiami tempat duduknya di Neraka.” (HR. Ahmad, hadist shahih)

Anas bin Malik berkata yang artinya, “Tak seorang pun yang dicintai oleh para sahabat daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi, bila mereka melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadir), mereka tidak berdiri untuk beliau. Sebab mereka mengetahui bahwa beliau membenci hal tersebut.” (HR. At-Tirmidzi, hadits shahih)

1. Hadits di atas mengandung pengertian, bahwa seorang muslim yang suka dihormati dengan berdiri, ketika ia masuk suatu majlis, maka ia menghadapi ancaman masuk Neraka.

Sebab para sahabat yang sangat cintanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja, bila mereka melihat beliau masuk kedalam suatu majlis, mereka tidak berdiri untuk beliau. Karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka yang demikian.

2. Orang-orang biasa berdiri untuk menghormati sebagian mereka. Apalagi jika seorang ustadz masuk untuk memberikan pelajaran. Juga jika guru masuk ke ruang kelas, murid-murid segera berdiri untuk menghormatinya. Murid yang tidak mau berdiri akan dikatakan tidak beradab dan tidak hormat kepada guru. Selanjutnya