Category Archives: Sipilisme

Jembatan Sardjito II Yogyakarta

Alhamdulillah, kabar gembira bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya bahwa mulai sekarang ini jembatan yang selesai dibangun yaitu jembatan Sardjito II Yogyakarta sudah bisa dilewati kendaraan bermotor meskipun baru satu jalur yang diperbolehkan. Artinya, bila Anda ingin menuju ke sekitar jalan Kaliurang atau ke kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) dari arah barat maka tidak perlu memutar ke Jetis (jalan A.M. Sangaji) dulu. Begitu juga dari arah utara tidak perlu melintasi tembusan jalan kecil searah selokan Mataram yang lumayan sulit dilalui kalau menggunakan mobil. Jadi, hal ini akan menghemat waktu perjalanan Anda dan tentu saja menghemat bensin.

Lokasi jembatan Sardjito II ini terletak di sebelah utara Kampus Fakultas Teknik UGM tepatnya pada ruas jalan baru yang menghubungkan jalan Kaliurang (Kampus UGM) dengan jalan Nyi Condro Kirono Lukito (Monjali). Jembatan ini bediri dengan gagah di atas Kali Code yang membelah kota Yogyakarta dari utara ke selatan. Ada yang bilang jembatan ini bernama Jembatan Pendekat UGM dan ada juga yang bilang Jembatan Sardjito II. Saya tidak tahu mana yang benar. Yang jelas kita akan segera tahu kalau jembatannya sudah diresmikan. Berikut peta lokasinya.

Lihat lebih lengkap

Update Software PPPURG 1987

Buku Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung (PPPURG) tahun 1987 dimaksudkan untuk memberikan pedoman dalam menentukan beban yang diijinkan untuk merencanakan bangunan rumah dan gedung.

Dalam merencanakan beban untuk rumah dan gedung, diharuskan memperhatikan penggunaan beban-beban yang diijinkan dalam perencanaan tersebut seperti, beban-beban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa.

Bagi Anda seorang konstruktor rumah dan gedung tentu tidak asing lagi dengan buku pedoman yang satu ini. Namun adakalanya Anda lupa berapa berat jenis beton, beban hidup untuk perpustakaan, faktor koefisien angin maupun faktor reduksi beban hidup. Lebih repot lagi apabila Anda lupa membawa tabel dan buku peraturan tersebut. Oleh karena itu, sekarang telah dibuat software PPPURG 1987 yang berupa ringkasan dari buku Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung dalam versi digital, sehingga memudahkan Anda dalam mencari koefisien-koefisien yang Anda inginkan secara singkat dan praktis. Sebuah sumbangsih kecil bagi dunia konstruksi Indonesia.

Next

Software PPPURG 1987

Buku Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung (PPPURG) tahun 1987 dimaksudkan untuk memberikan pedoman dalam menentukan beban yang diijinkan untuk merencanakan bangunan rumah dan gedung.

Dalam merencanakan beban untuk rumah dan gedung, diharuskan memperhatikan penggunaan beban-beban yang diijinkan dalam perencanaan tersebut seperti, beban-beban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa.

Bagi Anda seorang konstruktor rumah dan gedung tentu tidak asing lagi dengan buku pedoman yang satu ini. Namun adakalanya Anda lupa berapa berat jenis beton, beban hidup untuk perpustakaan, faktor koefisien angin maupun faktor reduksi beban hidup. Lebih repot lagi apabila Anda lupa membawa tabel dan buku peraturan tersebut. Oleh karena itu, sekarang telah dibuat software PPPURG 1987 yang berupa ringkasan dari buku Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung dalam versi digital, sehingga memudahkan Anda dalam mencari koefisien-koefisien yang Anda inginkan secara singkat dan praktis. Sebuah sumbangsih kecil bagi dunia konstruksi Indonesia. Read the rest of this entry