Category Archives: Opini

Euro 2008: Jangan Sia-Siakan Waktu

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Tinggal hitungan hari lagi pagelaran sepak bola terbesar kedua setelah Piala Dunia ini akan diselenggarakan. Negara-negara peserta Euro 2008 sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan tim yang akan dikirim ke Austria-Swiss yang menjadi tuan rumah hajatan kali ini. Mulai dari penentuan strategi, pemilihan pemain utama sampai persiapan uji coba melawan negara bukan peserta Euro 2008. Perhelatan akbar ini adalah satu-satunya event yang diprediksi akan menyaingi jumlah penonton Olimpiade 2008 Beijing China dan dipastikan akan membius para pecinta sepak bola sedunia, tidak terkecuali penonton di Indonesia.

Namun sayang, tempat penyelenggaraan Euro 2008 sekarang ini terletak di benua Eropa sehingga jam tayang di Indonesia berlangsung pada dini hari. Waktu yang sangat tidak cocok bagi badan dan mata apalagi untuk menonton televisi, karena jam-jam tersebut digunakan untuk istirahat. Bagi pecinta sepak bola tentu tidak mempermasalahkannya.

Seorang muslim tentu paham bahwa di waktu-waktu tersebut ada keutamaan beribadah yang sangat besar yaitu shalat malam atau tahajud. Bahkan shalat tahajud adalah shalat yang paling utama setelah shalat wajib sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” [HR. Muslim]

Baca selanjutnya…

Kisah Mas Kartono dan Mbak Kartini

Al kisah, ada seorang lelaki bernama mas Kartono (bukan nama sebenarnya, red) sang penjual roti keliling. Roti yang ia jual bukan roti buatannya tapi buatan pabrik. Dia hanya menitipkan sejumlah roti dalam satu wadah ke tempat-tempat seperti wisma/kos, warung dan warnet. Satu wadah kira-kira ada 15 biji roti. Dia lakoni tiap harinya dengan bersepeda motor tanpa mengenal lelah.

Pendapatannya tidak lah seberapa. Dari satu roti, ia hanya mendapatkan keuntungan Rp. 200 saja. Bila dikalikan jumlah roti dalam satu wadah mungkin bisa mencapai Rp. 3000. Itu kalau terjual semua. Kadang uang yang ia peroleh tidak sesuai dengan sisa roti yang dikembalikan. Pernah dikatakan padanya, “Mas, uangnya kurang. Mungkin ada yang ngutang dulu bayarnya nanti atau bisa jadi marongaji (mangan loro ngakune siji)”. Dengan tawadhu’ dia menjawab, “Oh nggak papa mas, mungkin rejeki saya ada di tempat lain”. Yah, memang bisnis seperti itu banyak resikonya. Bisnis yang mengandalkan kepercayaan orang lain (baca: khusnudzan) bukan kepercayaan orang lain terhadap kita. Hanya sedikit yang bisa bertahan, salah satunya mas Kartono. Mas Kartono… mas Kartono, orang kayak ente jarang ada di kolong langit ini.

Lanjutken

Hati-Hati Uang 50 Ribuan

Sekedar sharing informasi, beberapa waktu yang lalu saya pernah menerima uang palsu pecahan 50 ribuan warna biru bergambar I Gusti Ngurah Rai. Berawal ketika saya hendak menukar uang 100 ribu menjadi 50 ribuan dua lembar ke teman saya.

Awalnya sih langsung diterima aja, namun setelah dipegang kok saya jadi curiga. Lembar yang satu beda dengan satu lainnya, serupa tapi tak sama. Berhubung nggak punya alat pendeteksi uang palsu -mau minjem ke bank tapi nggak berani-, saya coba praktekkan cara mengenali uang palsu dengan metode 3D (sering muncul iklannya di televisi). Kalau nggak salah singkatannya Dilihat Diraba Diterawang. Singkat cerita, dari tiga metode itu yang memenuhi cuma Diterawang. Tanda air dan pitanya ada, gambarnya pun persis sama. Mungkin zaman sekarang pembuat dan pengedar uang palsu pinter-pinter, alatnya pun sudah canggih-canggih.

Selanjutnya

Titel MCP

Titel dalam bidang apa tuh? dari luar negri ya?? He..he.. ternyata itu kependekan dari Master of Copy Paste. Gelar yang akrab sekali melekat bagi mahasiswa atau pelajar untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah ataupun sekolah. Sekarang apa sih yang nggak bisa. Tinggal ketik WWW plus nama situs, kita bisa bermanja-manja mencari apa yang ingin kita dapat. Atau dengan menggunakan bantuan mesin pencari (search engine) semacam Google, Yahoo, Altavista dan lainnya, kita bisa dapatkan berjubel artikel yang kita cari. World Wide Web memang merupakan surga baru bagi kita-kita pengguna teknologi.

Lalu, apakah hanya di lingkungan kampus atau sekolah saja yang biasa seperti itu? Aksi copy-paste dalam dunia jurnalisme onlinepun cukup banyak bahkan sebagian blogger mendapatkan tema untuk postingannya nggak malu-malu ngopy paste dari blog lain. Coba saja kita nilai sendiri dan introspeksi. Saya, dan mungkin Anda-Anda juga sering melakukan ini dan sepantasnya dapat gelar MCP. Buktinya, saya dapat artikel ini dari http://kliksadat.blogspot.com dengan perubahan seperlunya, hehehehe… tapi tenang, saya sudah minta ijin sama si empunya. Selamat bergelar MCP.