Monthly Archives: November 2008

Meneladani Generasi Salaf dalam Bekerja

Apabila.kita mencermati kehidupan para ulama dan Imam sunnah, mereka telah memberikan contoh dan teladan sangat mulia dalam menyeimbangkan antara kepentingan mencari ilmu dan mencari nafkah. Bahkan setiap para nabi dan rasul berusaha dan berkarya untuk menopang kelangsungan dalam menyebarkan risalah dan dakwah. Nabi Zakaria menjadi tukang kayu, Nabi Idris menjahit pakaian dan Nabi Daud membuat baju perang, sehingga bekerja untuk bisa hidup mandiri merupakan sunnah para utusan Allah. Maka berusaha untuk mencari nafkah baik dengan berniaga, bertani dan berternak tidak dianggap menjatuhkan martabat dan tidak bertentangan dengan sikap tawakal. [1]

Inilah yang difahami oleh para utusan Allah dan para ulama salaf sehingga mereka tergolong orang-orang yang rajin bekerja dan ulet dalam berusaha namun mereka juga gigih dan tangguh dalam menuntut ilmu dan menyebarkan agama. Tidak mengapa seorang bekerja di bidang dakwah dan urusan kaum muslimin lalu mendapat imbalan dari pekerjaan tersebut, karena Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu ketika menjadi Khalifah mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dari baitul mal. Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa ketika Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu menjadi khalifah setiap pagi pergi ke pasar memanggul beberapa helai pakaian untuk dijual, lalu beliau bertemu dengan Umar dan Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhum, maka mereka berkata: “Bagaimana kamu berdagang sementara kamu menjadi pemimpin kaum muslimin?” maka beliau berkata: “Dari mana aku menghidupi keluargaku?” Mereka menjawab: “Kalau begitu kami akan menjatahkanmu setiap hari separuh kambing dari harta baitul mal.” [2]

Baca selanjutnya

Tips Membedakan Madu Asli dan Campuran

Madu palsu atau tiruan adalah larutan yang menyerupai madu. Dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan gula sebagai nektar. Umumnya mempunyai warna sama dengan madu asli. Karena itu bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu tiruan. Pada perusahaan-perusahaan yang telah mendapat izin produksi akan mencantumkan keterangan produknya sehingga dapat diketahui apakah itu madu asli atau sintetis. Madu sintetis yang beredar di antaranya adalah madu melon, labu semangka, dan kurma.

Sejak lama madu palsu telah banyak diproduksi orang. Dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir, buah, flavour serta zat warna. Di laboratorium madu palsu akan mudah dikenali dengan analisis kimia. Kandungan HMF (5 hydroxyl-methyl furfural) dengan jumlah maksimum 3mg/100gram, aktivitas enzim diastase minimal 5 serta rasio kandungan kalium (K) dan natrium (Na) dalam madu asli sekitar 4,0 sedangkan madu palsu 0,005-0,1.

Next