Monthly Archives: Oktober 2008

Teka-Teki

Iseng-iseng postingan kali ini tentang teka-teki. Bisa nggak ya Anda menjawab semua teka-teki di bawah ini? Sebelumnya siapkan dulu kertas dan alat tulis Anda karena soalnya berupa hitung-hitungan. Kalau yakin jawaban Anda tiap nomor benar, maka jumlahkan semua jawaban tersebut. Hasil dari penjumlahan  adalah password untuk membuka postingan ini. Berani menerima tantangan saya? Oke saya tunggu…

Buka halaman ini

Akankah Kematian Itu Indah?

Mati adalah kata yang tidak disukai oleh kebanyakan orang, banyak yang menghindar. Tentunya kematian itu sendiri lebih begitu ditakuti. Tidak hanya oleh manusia, binatang pun takut mati. Seakan-akan tidak ada yang sudi mati.

Wajar kalau manusia takut mati, sebab mati berarti berpisah dari segala yang dimiliki dan senangi, berpisah dari segala yang disayangi dan dicintai. Berpisah dari anak dan istri serta kekasih. Berpisah dari bapak dan ibu, berpisah dari harta dan pangkat, berpisah dari dunia dan segala isinya. Sementara manusia memang mencintai dunia dan seisinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran:14)

Nasib di akhirat yang belum jelas, sebagian bahkan tidak percaya tentangnya, membuat orang ingin selamanya hidup di dunia. Kenikmatan dunia yang tak sebanding dengan satu helai sayap nyamuk mampu membuat manusia mabuk.

Berikutnya

Tips Biar Sandal Nggak Sering Hilang

Sudah tak terhitung lagi jumlah sandal saya yang telah hilang. Lebih tepatnya sih bukan hilang, tapi ketukar sama orang lain. Kebanyakan terjadinya di Masjid, ya kadang pernah juga hilang di kosan teman. Bagi yang pernah mengalaminya, tahu sendiri kan perasaan kita pada saat itu? Kesaaal, kayaknya darah ini sudah sampai ke ubun-ubun. Masih mending kalau sandal kita itu sudah jelek, nah gimana kalau masih kinclong alias baru? Mau marah tapi marah sama siapa. Bingung jadinya.

Setelah kejadian yang sering menimpa saya itu, saya renungkan dan pikirkan gimana caranya agar sandal saya jadi nggak sering hilang. Nah, dibawah ini akan saya sampaikan beberapa tips hasil perenungan dan pemikiran saya selama ini yang mudah-mudahan saja bisa meminimalkan kemungkinan hilangnya sandal, bagi Anda dan terutama saya sendiri. Singkat saja, berikut tipsnya:

Baca selanjutnya

Perjalanan: Wanita Itu…

Hari Kamis 9 Oktober pukul 10.30 tepat kereta yang dinanti-nanti akhirnya datang juga. Kereta yang akan membawa saya kembali ke Yogyakarta setelah liburan panjang di kampung halaman. Cirebon, itulah kampung halaman saya. Kota di mana saya dilahirkan, dibesarkan dan disekolahkan hingga seperti sekarang ini. Kota yang mendadak terkenal hanya pada saat menjelang lebaran dan beberapa hari setelahnya. Sejumlah stasiun televisi seakan berlomba tak mau kalah menyiarkan kejadian langsung situasi dan kondisi terkini arus lalu lintas di sana. Tak peduli dengan seringai udara panasnya.

Seharusnya kereta tiba satu jam yang lalu. Ah, terlambat adalah kata yang sudah tidak tabu lagi bagi saya dan mungkin para penumpang yang lain. Jadi teringat anekdot klasik tentang keterlambatan kereta ini. Ada calon penumpang yang kesal karena setiap kereta yang akan dia tumpangi selalu terlambat. Lalu dia protes ke masinis, “Kalau keretanya terlambat terus mendingan Anda tidak usah kasih jadwal keberangkatan karena tidak ada gunanya!”. Dengan santai sang masinis menjawab, “Pak, kalau nggak ada jadwal kedatangan kereta bagaimana kita tahu bahwa keretanya datang terlambat?”. Ada cerita lainnya. Penumpang di stasiun sedang dibuat gundah gulana. Bagaimana tidak, kereta sering datang terlambat satu jam, dua jam, bahkan sampai lima jam. Tapi pada suatu hari kereta yang akan mereka tumpangi ternyata datangnya tepat sesuai dengan jadwal. Sontak penumpang pada kegirangan. Ketika ditanyakan kepada masinis kok tumben tepat waktu, sang masinis berkata sambil malu-malu, “Maaf, ini kereta kemarin”. Itulah salah satu potret kelam dunia perkeretaapian Indonesia.

Kemudian,