Hati-Hati Uang 50 Ribuan

Sekedar sharing informasi, beberapa waktu yang lalu saya pernah menerima uang palsu pecahan 50 ribuan warna biru bergambar I Gusti Ngurah Rai. Berawal ketika saya hendak menukar uang 100 ribu menjadi 50 ribuan dua lembar ke teman saya.

Awalnya sih langsung diterima aja, namun setelah dipegang kok saya jadi curiga. Lembar yang satu beda dengan satu lainnya, serupa tapi tak sama. Berhubung nggak punya alat pendeteksi uang palsu -mau minjem ke bank tapi nggak berani-, saya coba praktekkan cara mengenali uang palsu dengan metode 3D (sering muncul iklannya di televisi). Kalau nggak salah singkatannya Dilihat Diraba Diterawang. Singkat cerita, dari tiga metode itu yang memenuhi cuma Diterawang. Tanda air dan pitanya ada, gambarnya pun persis sama. Mungkin zaman sekarang pembuat dan pengedar uang palsu pinter-pinter, alatnya pun sudah canggih-canggih.

Nah ketika saya lihat-lihat dengan menyejajarkan uang palsu dengan uang asli, terlihat warnanya beda, terutama warna di gambar kepala I Gusti Ngurah Rai. Warna yang uang palsu birunya lebih tua dari yang asli. Beda sekali, orang yang nggak buta warna pasti jelas membedakannya. Kemudian saya raba-raba juga uang palsu itu, permukaannya agak halus dibanding uang asli. Kertasnya terasa beda ketika dikibas-kibaskan. Memang perlu waktu cukup lama untuk membuktikan kalau uang tersebut uang palsu.

Jadi bisa disimpulkan memang banyak uang palsu beredar di masyarakat yang lolos dari pantauan pihak yang berwajib. Bagi Anda yang akan menerima uang baik dari uang kembalian maupun dari ATM khususnya pecahan 50 ribuan hendaknya waspada, siapa tahu uang yang Anda terima ternyata uang palsu. Dan tentunya nggak mau rugi kan?

Posted on 6 April 2008, in Informasi, Opini and tagged , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Pertamax…😀
    Bukan Premium…😆
    Hm, trus mnta dbalikin k tmn td ga mas? Bs kn?

  2. ya iya lah, 50 rb gitu. lagian teman sebelah kamar kos kok😉

  3. Imho: Kalo di ATM saya kira pasti uang asli coz uangnya langsung dari bank.
    Yang perlu diwaspadai adl saat belanja dipasar tradisional. Dari yg pernah sy dengar, pengedar uang palsu banyak beroperasi di tempat tsbt. So.. kalo belanja pake uang pas aza.
    Btw, kalo mecahin uang, sy lebih senang di supermarket coz hampir semua dah pake detector uang palsu🙂

  4. Alternatif mecahin uang:
    1. Supermarket (ide Olive-chan), klo mang skalian mo blanja; klo gak, it didn’t work (bayangin kasirnya klo mas Her beli permen pake 50 ribuan, hehe, bisa ngamuk dia, “maksut loe?” katanya😀 )
    2. Temen (kisah awalnya). Ok, yg bs dipercaya aja n teuteup jgn lupa cek uangnya.
    3. Bank. Bisa ga sih? Temen saya prnah ngotot, klo nukarin uang kecil ke besar malah mau Bank-nya, klo sebaliknya gak mau dia; mn yg betol sih…
    4. Bayar atau pake aja langsung, g usah dikecilin. Dg asumsi mas Her mo bli sst ato apalah (yg pnting kn “mo make uangnya kn”), maka langsung aja.. Biar yg repot pdagangnya/ntah sapa yg sdng transaksi ma mas Her. Ntar kembaliannya dicek tentunya😉
    5. Pake pisau/cuter; iris jadi 5 sama lebar, kn dh jadi 10 ribuan. Hehehe… Becanda. Ini cara yg ga betul.

  5. @oliveoile
    klo saya jarang ke supermarket, paling banter ke minimarket seberang jalan deket kos. saya lebih sering mecahinnya di warung burjo atau angkringan, biar pun uangnya gedhe tetep ada kembaliannya. tapi rawan juga sih, coz namanya juga angkringan, jualan malem2 trus cuma diterangi lampu remang2. ngecek uangnya gimana?

    @hyorinmaru
    hehehe… klo permennya satu kardus nggak masalah toh? ttg point nomor 3, itu tergantung sikon mas. pas mo lebaran biasanya orang2 pada nukerin uang ke bank buat dibagi2kan ke saudara dll. masak banknya nggak mau melayani, bisa2 banknya dibakar masa:mrgreen:
    trus klo bank hanya menerima uang yg lebih kecil, mungkin uang tersebut dah lecek banyak tulisan2an nggak jelas, jadi pihak bank ingin menghancurkan uang itu dan diganti dengan yang baru dan nilainya lebih besar. cmiiw

  6. Ya, AFAIK itu salah satu perannya: menjaga uang yg beredar di masyarakat; maksutnya agar yg rusak bs trgantikan gtu.
    Btw, kata tmen saya alat detektor (yg pake UV tu) sekarang “cuma” 25rb-an… Ntah dmn belinya. Djogja juga kali ya. Orang sini sering ke Djogja😀
    Apa-apa ke Djogja, soale sini khan udik…😈

  7. assalaamu’alaikum
    salam kenal mas

  8. wa’alaykumussalam warahmatullah

    salam kenal juga, makasih dah mampir

  9. 50 ribuan aja dipikirin

  10. Wah, kalau saya dapat uang palsu, lha kalau langsung ketahuan ya balikin aja trus, nah kalau sadarnya telat…. ya sudah pakai aja trus uang palsu itu, diedarin lagi….. hehheehe… saya juga ga mau rugi donk. Apalagi uang 100ribu.

    Dan ini brarti harus kudu hati-hati nih kalau setor uang ke bank. Kalau ternyata uang palsu, ambles deh, disita ma petugas…. hehehe… Jangan ampe terjadi….

  11. berarti mbak pengedar juga donk. hati2 mbak, ntar bisa terjerat pasal tentang larangan mengedarkan uang palsu. bukannya sebagai warga negara yg baik kudu lapor ke pihak yg berwenang?
    hmmmm tapi klo sampe nggak diganti uangnya… repot juga🙂

  12. Lapor sih laporrr….. tapi mikir juga donk, otomatis uangnya pasti disita, ujung2nya mereka juga pasti gak mau ganti rugi kan. Capedeeehhhh…. Bukan pengedar Mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: