Kewajiban Mendidik Anak (Bag. 2)

Banyak kita jumpai di kalangan orang tua yang salah dalam mendidik anak-anaknya atau salah dalam memprioritaskan pendidikan bagi anak-anaknya. Dalam Islam telah diajarkan tentang hal-hal yang harus diajarkan kepada anak-anak, yaitu:

Pertama, Ilmu. Yang dimaksud di sini adalah ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i adalah kewajiban setiap muslim. Oleh karena itu, kita wajib mengajarkannya kepada anak-anak kita. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Menuntut ilmu itu wajib (fardhu ‘ain) atas setiap muslim”. Ilmu harus didahulukan sebelum berkata dan beramal. Kita juga dilarang berbicara tanpa ilmu. Sehingga kita diperintahkan untuk bertanya kepada ahli ilmu jika kita tidak memiliki pengetahuan tentang ilmu itu.

Kedua, At Tauhid. Tauhid merupakan asas Islam yang tertinggi dan kewajiban yang paling pertama sebelum segala sesuatu yang wajib diajarkan dan diperkenalkan kepada anak-anak kita. Karena untuk taudhid lah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia. Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu” (QS. Adz Dzaariyaat : 56).

Ketiga, As Sunnah. Banyak sekali dalil yang menyatakan tentang wajibnya berpegang pada Al Qur’an dan As Sunnah serta larangan menyalahinya. Sehingga hal ini wajib juga diajarkan pada anak-anak kita.

Keempat, Manhaj. Manhaj adalah metode atau cara beragama yang benar sesuai dengan apa yang telah Allah syari’atkan kepada RasulNya. Atau bisa juga dikatakan bahwa manhaj adalah kita beragama dengan mengikuti cara beragamanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat.

Kelima, Ibadah. Di dalam pendidikan ibadah, kita menempuh tiga cara. Yaitu mengajarkan, memerintahkan dan menyertainya (mengajak dan menyertai anak-anak di dalam ibadah).

Keenam, Memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Hal ini sangatlah penting karena amar ma’ruf dan nahi munkar adalah salah satu dasar (pokok ajaran) di dalam Islam. Umat ini akan hancur dan binasa jika tidak menegakannnya.

Ketujuh, adab dan akhlak. Adab dan akhlak merupakan bagian penting dari agama ini sehingga wajib diajarkan kepada anak-anak kita.

Demikian beberapa hal yang wajib diajarkan kepada anak-anak kita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita untuk dapat melaksanakan kewajiban yang sangat besar dan mulia ini. Wallahu ‘alam.

Artikel terkait: Kewajiban Mendidik Anak (Bag. 1)

Sumber: Buletin Dakwah At-Tauhid Edisi 91 Tahun II 18 Syawal 1427 H

Posted on 30 Desember 2007, in Spiritual and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. Jazaakallah mas🙂
    Wah, udah “siap” betul nich😉
    Btw, ada ga’ bagian ke-3nya ya…

  2. Kalau saya belum siap kok mas baik aisyah maupun maisyah-nya, klo fisik sih sudah:mrgreen:

    artikel ini diperuntukkan untuk semua yang ingin punya anak yg shaleh dan sebagai amal jariyah nantinya juga yang ingin nikah seperti antum hehehe… soalnya komentarnya dari kemarin nanyain saia dah siap apa belum, sekarang gantian saya yg tanya, mase dah siap? saya tunggu jawabannya😉

    btw ini artikel terakhir, bagian tiganya gak ada.

  3. Wah, kita berdua sama aja mas…😉
    Siap jazadnya dowang:mrgreen:
    Udah saya jawab loh😀

  4. namun yang paling sangat bertanggung jawab adalah orang tua, sangat susah untuk menjadi orang tua yang baik dan pandai mendidik si kecil

  5. @hyorinmaru
    hi hi hi … katanya ‘aisyah’nya dah ada:mrgreen:

    @dodot
    yang penting berusaha dulu mas juga belajar bagaimana menjadi orang tua yang terbaik bagi anak dan istri😉

  6. Pendidikan bagi anak itu juga dipengaruhi sejauh mana ilmu yang dimiliki kedua orang tuanya.
    Imho: basic agama adl ilmu yang sangat penting harus dimiliki oleh pasutri. Coz yang harus disadari bahwa keluarga kecil merupakan madrasah pertama bagi anak. Disinilah dia mendapat ilmu agama, ahlak pertama kali sebelum bersosialisasi dengan masyarakat. Dan yang paling penting asupan makanan yang halal dari pasutri dari sebelum terbentuknya janin.

  7. Syukron atas masukannya mbak…

  8. Loh, kata siapa mas koq “aisyah-nya udah ada”; prasaan ga’ ada ngomong gitu dech saya *mngingat-ingat*
    Oh ya, kalo’ temen namanya “Aisyah” ada; tapi udh punya misua tuh…😀

  9. Oh gak ada toh berarti kita senasib:mrgreen: , maksud saya yg adik angkatan mase yg pernah diceritaken dulu itu😉
    Jadi saya salah tangkep…

  10. trim’s asupan buat saya yg mo punya anak

  11. wah dah mau punya anak ya mbak, selamat ya…
    memang kita harus mengetahui hal2 tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: