Kewajiban Mendidik Anak (Bag. 1)

Islam adalah agama yang mulia dan mengajarkan semua hal dalam kehidupan kita. Di antara hal yang diajarkan oleh Islam adalah tentang kewajiban orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Islam telah mengajarkan bagaimana cara mendidik anak yang benar dan apa yang harus diajarkan kepada anak menurut Al Qur’an dan As Sunnah.

Kewajiban orang tua untuk mendidik dan membekali anak dengan pendidikan agama berlaku sepanjang hayatnya, tidak akan pernah berhenti hingga anak-anak mereka dewasa dan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri mereka sendiri. Hal ini karena kebutuhan manusia terhadap ilmu agama (Islam) itu melebihi kebutuhannya terhadap makanan dan minuman.

Oleh karena itu, apabila seorang bapak hanya memenuhi kebutuhan makan dan minum anak-anaknya saja tanpa memberikan pengetahuan agama yang cukup, maka seolah-olah sang bapak telah membunuh anak-anaknya dengan cara mencekiknya sehingga sang anak pun mati karena kehabisan nafas.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu (istri dan anak-anakmu) dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu” (QS. At Tahrim : 6). Ayat ini menjadi dasar adanya kewajiban pendidikan di dalam keluarga bagi setiap atau suami. Dan kewajiban ini tidaklah mungkin terlaksana jika tidak dilandasi dengan ilmu, pengamalan dan dakwah.

Jangan sampai sang bapak melakukan 3 hal berikut ini; Pertama, mengajarkan/memerintahkan/menganjurkan atau minimal memberi isyarat untuk berbuat kemaksiatan kepada istri dan anak-anaknya. Kedua, memberikan contoh dalam berbuat maksiat. Ketiga, diam terhadap kemaksiatan yang dilakukan oleh anak dan istrinya.

Artikel terkait:  Kewajiban Mendidik Anak (Bag. 2)

Sumber: Buletin Dakwah At-Tauhid Edisi 91 Tahun II 18 Syawal 1427 H

Posted on 15 Desember 2007, in Spiritual and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Ooo…
    Udah “ready to”… po mas😉
    Itung-itung ini masuk ke salah atu persiapan🙂

  2. 😀 ready gak ready yo kita harus tahu itu, biar nanti gak menyesal.

    kesimpulannya: belum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: