Berwisata di Pasar Berjalan

KeretaSiapa yang belum pernah naik kereta? Bukan kereta mini atau kereta dorong, tapi kereta api betulan. Mungkin setiap orang sudah pernah menaikinya, kecuali daerah-daerah di Indonesia yang tidak terlayani jalur kereta api seperti sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Bagi anda yang ingin bepergian keluar kota namun dana untuk biaya transport terbatas, kereta ekonomi bisa jadi alternatif. Disamping harga tiket yang murah, naik kereta ekonomi bisa menjadi tempat wisata yang bagi sebagian orang belum menyadarinya.

Biasanya kalau naik kereta api, kita disuguhi pemandangan -pemandangan indah ala pedesaan seperti gunung, perbukitan, sawah, sungai dan danau. Tapi bukan wisata itu yang dimaksud karena rata-rata kereta ekonomi hanya beroperasi di malam hari, jadi jangan harap bisa lihat pemandangan -pemandangan indah selama perjalanan. Lalu apa dong? Jawabannya adalah wisata kuliner dan belanja. Ya, di satu sisi banyaknya para pedagang yang bebas masuk ke kereta membuat suasana di dalam gerbong menjadi semrawut, di sisi lain kita dapat bertransaksi dengannya dan menikmati suguhan yang mereka tawarkan.

Ketika kereta mau berangkat, kita dapat menemukan beberapa pedagang yang memanfaatkan waktu tersebut. Diantaranya pedagang kipas angin tradisional dan koran bekas. Mengapa? Karena udara dalam kereta yang berhenti cukup pengap dan panas. Mereka dengan setia menawarkan kipasnya kepada penumpang yang kepanasan sambil mengipas-ngipaskannya. Seperti menjual air kepada pembeli yang kehausan. Kemudian ada kalanya juga jumlah penumpang melebihi jumlah kursi yang disediakan sehingga penumpang yang tidak kebagian kursi dengan terpaksa duduk dilantai gerbong bahkan di WC!!. Supaya celana tidak kotor maka perlu alas untuk duduk. Kesempatan bagi pedagang koran bekas untuk menjajakan barang dagangannya. Ada yang tertarik dengan bisnis ini?

Kereta api mulai bergerak maju pertanda waktu keberangkatan telah tiba. Wisata pun dimulai. Pedagang pun mulai bergentayangan. Ada penjual nasi rames, nasi ayam, nasi Padang dan nasi-nasi lainnya. Tapi kudu hati-hati, kadang-kadang mereka menjual nasi bungkus yang sudah basi. Jadi, periksa dulu sebelum merogoh kocek, kalau perlu ya dicium-cium supaya tahu makanannya sudah basi atau belum.

Yang paling menarik adalah makanan khas daerah tertentu bisa kita jumpai ketika kereta sampai di daerah tersebut. Misalnya kereta telah sampai di kota Yogyakarta maka munculah pedagang lanting-lanting atau bakpia. Ingin mencicipi mendoan dan nopia (saudaranya bakpia) tinggal tunggu kereta sampai di Purwokerto. Bau kerupuk udang telah tercium, tepat sekali, anda sekarang ada di Cirebon. Dan seterusnya, anda bisa merasakannya sendiri. Selamat berwisata!

Posted on 16 November 2007, in Ceritakoe and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Anu, saya pikir di negara kita koq segala yg enak tu cuma bagi yang kaya aja ya… Contoh: naik KA ekonomi, tak pernah enak saya rasakan. Apalagi koq menikmati pemandangan, lha wong duduk aja rasanya “penuh perjuangan”…
    Ah, mungkin sudah dari sononya…🙂

  2. hahaha..bener kuwi mas, tapi tujuan saya nulis begitu adalah agar “melegakan” pembaca yang sering make jasa kereta api ekonomi untuk bepergian ke luar kota. Biar kocek pas2an tapi hati tetep senang..gitu😉

    btw kemarin ke jogja naik apa?

  3. wah iya bisnis aja kadang tidu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: