Monthly Archives: Oktober 2007

Kapan Lulus?

Setiap orang memiliki suatu pertanyaan yang tidak ingin dijawab –kalau dijawab pun itu dengan terpaksa- karena dia sendiri sudah kadung phobi dengan pertanyaan tersebut. Seperti bujang lapuk yang sudah lama tidak dapat-dapat jodoh, alergi dengan pertanyaan: kapan nikah? Begitu pula dengan saya, enek rasanya kalau ada yang nanya: kapan lulus? Ha..ha..ha..mau jadi mahasiswa abadi ya bozz. Gitu ya, seneng kalau ada temen yang sedang menderita begini. Sorry bozz, peace.. Read the rest of this entry

Tujuan Hidup

Rasanya semua orang sepakat dengan tujuan hidup yaitu mencari dan menggapai kebahagiaan. Semua manusia ingin hidupnya bahagia, dan semua tahu bahwa untuk mencapai kebahagiaan itu perlu pengorbanan. Hanya saja, manusia banyak salah mencari jalan kebahagiaan, banyak yang memilih sebuah jalan hidup yang ia sangka di sana ada pantai kebahagiaan, padahal itu adalah jurang kebinasaan, itu hanya sebatas fatamorgana kebahagiaan, bukan kebahagiaan yang hakiki. Celakanya lagi, semakin dilalui jalan fatamorgana tersebut semakin jauh pula ia dari jalan kebahagiaan hakiki, kecuali ia surut kembali ke pangkal jalan.

Banyak orang menyangka kebahagiaan ada pada harta, karenanya ia berupaya mencari sumber-sumbernya dengan berletih dan berpeluh. Setelah ia peroleh harta tersebut, hatinya tetap gundah dan perasaan masih gelisah!! Ada saja yang membuat hati itu gelisah, kadang-kadang munculnya dari anak-anaknya, kadang-kadang dari istrinya atau tidak jarang juga datang dari usaha itu sendiri.

Banyak pula yang menyangka bahwa pangkat dan kekuasaan adalah kebahagiaan. Ketika dilihat mereka yang berkuasa dan bertahta, secara lahir mereka begitu tampak bahagia hidupnya. Pergi dijemput pulang diantar, ketika ia berkehendak tinggal memesan, perintahnya tidak ada yang menghalangi!! Akan tetapi setelah diselidiki lebih mendalam, kita masuk menembus dinding istananya, akan terdengar keluh kesahnya, dalam harta yang banyak itu terdapat jiwa yang rapuh.

Jadi apa kebahagiaan yang sebenarnya? Apa kebahagiaan sejati yang seharusnya dicari oleh manusia? Siapa sebenarnya orang yang berbahagia? Apa sarana untuk mencapainya? Read the rest of this entry

Kritik Untuk Sang Pengritik

Seorang koordinator mahasiswa berteriak-teriak di depan gedung kantor gubernur. Di belakangnya berjibun mahasiswa lain mengikuti instruksinya. Caci maki adalah kata-kata yang sering mereka perdengarkan kepada para polisi di depannya yang menghalangi demonstran agar tidak masuk area gedung. Aksi saling dorong tak terhindarkan lagi. Aksi yang tadinya ’damai’ berubah anarkis seiring tensi yang kian memanas antara kedua kubu, mahasiswa versus polisi.

Nun jauh dari keramaian tadi, di sebuah desa terpencil, sepasang suami istri separuh baya sedang sibuk menggarap lahan sawahnya. Peluh yang membasahi keningnya tidak mereka hiraukan. Justru menambah semangat mereka dalam bekerja. Hasil panen yang akan mereka peroleh kelak sebagian akan diberikan kepada putranya yang sekarang kuliah di universitas ternama. Membayangkan putra tercinta bisa kuliah sungguh membahagiakan keduanya karena dengan ekonomi yang pas-pasan, mereka dapat menyekolahkan anaknya bahkan hingga ke perguruan tinggi. Read the rest of this entry