Sandal Jepit

Sandal jepitEntah sudah berapa pasang sandal jepit saya yang tertukar (atau salah ambil!?) dengan orang lain ketika selesai shalat berjama’ah di masjid. Bukan saya yang salah mengambil (atau menukar!?) sandal jepit orang, tapi sayalah yang menjadi korban kaki-kaki jahil. Halah cuma sandal jepit kok, tinggal beli lagi bozz. Hmmmm, bukan masalah mahal atau murahnya barang yang hilang, tapi dengarlah jerita hati saya. Memang hatinya kenapa bozz? Dengarkan saja…

Tidakkah kamu pernah merasakan sakit hati wahai orang yang tidak perduli? Tanpa rasa berdosa sama sekali kah ketika sandal jepit saya kamu ambil. Dalam pikiranmu bisa saja kamu menyepelekan sandal jepit saya (pada dasarnya memang sudah butut kok) dan dengan gampang pula kamu menyuruh saya untuk beli lagi di warung terdekat atau ambil saja sandal yang lainnya. Perlu kamu ketahui, sudah kesekian kalinya saya kehilangan sendal jepit. Hilang lagi-hilang lagi. Kemarahan saya sudah pada puncaknya. Kamu menyulut sepercik api ke dalam wadah bensin!!.

Para jama’ah masjid sudah banyak yang beranjak kembali ke kediaman masing-masing. Sedangkan saya masih sibuk mencari-cari sandal jepit dan menunggu barangkali ada kucing lewat yang suka sama sandal jepit saya lalu dipakainya. Hhhhh…pencarian saya tidak membuahkan hasil, namun malah kekecewaan yang diperoleh.

Wah tragis sekali bozz, jadi ikut-ikutan geram sama pencurinya. Jangan berburuk sangka dulu, bisa jadi dia memang tidak tahu make sandal jepit milik orang lain (asal pake gitu). Dia kira sandal jepitnya sendiri. Tapi kalau dipikir-pikir, masak dia gak merasakan perbedaan ketika memakai sandal jepit saya sama punyanya sendiri (kaki orang berbeda-beda sehingga terbentuk pola telapak kaki di sandal jepit)??? Ah betul itu bozz, saya aja bisa ngebedain rasanya pas make sandal jepit adek saya. Yah, memang sudah nasibnya sandal jepit saya hilang dan ’rezeki’ buat yang membawanya pergi. Semoga Allah Ta’ala mengampuninya bila dia memang sengaja mengambil sandal jepit saya. Amin, bozz bijaksana sekali, jadi terharu. Btw, memang kucing ada yang suka ama sandal jepit ya bozz?. Ah sudah lupakan….

Posted on 29 September 2007, in Ceritakoe and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Aduh sendal jepitku ilang maning – ilang maning…
    Mesti tuku maning – tuku maning…😥

  2. Solusine gampang le…
    Aja nganggo sandhal jepit yen lunga masjid, nganggoa sandhal kulit, nek perlu nganggoa sepatu.

    Lha arep ngadhep Gusti Allah kok nganggo sandhal jepit sing biasane dienggo nyang WC. Hayoo…apa kowe wani lunga nyang kampus ngganggo sandhal jepit bututmu kuwi?

    Jo nesu ya le…

  3. wah mbah, nek sendal sing dinggo apik mengko malah dadi sasarane maling je.

    kan nek arep ngadhep Gusti Allah sendale dicopot mbah, kudune sing apik kuwi klambine mbah. resik, wangi, sopan lan rapih. lah arep nang kampus wae ngono kok🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: