Arsip Blog
Download Aturan Shaf Shalat Berjamaah
Di antara syari’at yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya adalah meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat berjamaah. Barangsiapa yang melaksanakan syari’at, petunjuk dan ajaran-ajarannya dalam meluruskan dan merapatkan shaf, sungguh dia telah menunjukkan ittiba’ nya (mengikuti) dan kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Adapun hadits yang memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shaf diantaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Apakah kalian tidak berbaris sebagaimana berbarisnya para malaikat di sisi Rabb mereka ?” Maka kami berkata: “Wahai Rasulullah , bagaimana berbarisnya malaikat di sisi Rabb mereka ?” Beliau menjawab : “Mereka menyempurnakan barisan-barisan (shaf-shaf), yang pertama kemudian (shaf) yang berikutnya, dan mereka merapatkan barisan” (HR. Muslim, An Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah).
10 Alternatif Kegiatan Di Bulan Ramadhan
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa kepada kalian sebagaimana (puasa) telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah: 183)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman sebagaimana firmanNya di atas agar berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh kaum muslimin di seluruh dunia karena di dalamnya terdapat hikmah yang agung.
Kadang kita perlu beberapa agenda kegiatan yang dapat memberi manfaat bagi diri kita sendiri sehingga dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan yang tidak berfaedah, bahkan malah mendapatkan dosa. Agar puasa kita berjalan seperti apa yang kita inginkan, berikut ringkasan 10 alternatif kegiatan di bulan Ramadhan yang bisa kita lakukan:
- Berusaha agar senantiasa bisa mendapatkan takbiratul ihram yang pertama bersama imam dalam seluruh shalat jama’ah lima waktu yang kita kerjakan di masjid, karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang shalat karena Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa selama empat puluh hari berjama’ah dan mendapati takbiratul ihram yang pertama maka ia akan dibebaskan dari dua hal: dibebaskan dari api neraka dan dibebaskan dari kemunafikan.” (HR. Imam At Tirmidzi)
Euro 2008: Jangan Sia-Siakan Waktu
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Tinggal hitungan hari lagi pagelaran sepak bola terbesar kedua setelah Piala Dunia ini akan diselenggarakan. Negara-negara peserta Euro 2008 sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan tim yang akan dikirim ke Austria-Swiss yang menjadi tuan rumah hajatan kali ini. Mulai dari penentuan strategi, pemilihan pemain utama sampai persiapan uji coba melawan negara bukan peserta Euro 2008. Perhelatan akbar ini adalah satu-satunya event yang diprediksi akan menyaingi jumlah penonton Olimpiade 2008 Beijing China dan dipastikan akan membius para pecinta sepak bola sedunia, tidak terkecuali penonton di Indonesia.
Namun sayang, tempat penyelenggaraan Euro 2008 sekarang ini terletak di benua Eropa sehingga jam tayang di Indonesia berlangsung pada dini hari. Waktu yang sangat tidak cocok bagi badan dan mata apalagi untuk menonton televisi, karena jam-jam tersebut digunakan untuk istirahat. Bagi pecinta sepak bola tentu tidak mempermasalahkannya.
Seorang muslim tentu paham bahwa di waktu-waktu tersebut ada keutamaan beribadah yang sangat besar yaitu shalat malam atau tahajud. Bahkan shalat tahajud adalah shalat yang paling utama setelah shalat wajib sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” [HR. Muslim]


