h e r r

Keripik Salak

Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada Juli 17th, 2008

Sudah pernah makan keripik salak? Mungkin tidak banyak orang pernah menyicipi keripik yang satu ini karena biasanya singkong atau kentang yang sering dibuat keripik. Kalau begitu pertanyaannya saya turunkan. Apakah Anda sudah pernah melihat keripik salak? He..he..he.. kalau belum lihat saja gambar di bawah ini.

Hmmm, apa cara menggoreng keripik salak sama dengan cara menggoreng keripik-keripik yang lain (keripik singkong dkk)? Jelas beda. Buahnya berbeda dari segi tingkat kadar airnya. Singkong dan kentang memiliki tingkat kadar air yang relatif lebih kecil dibandingkan buah salak. Sehingga diperlukan perlakuan khusus agar salak pondoh yang digoreng menjadi kering sempurna seperti keripik-keripik yang lain, tidak sekedar menggoreng cara konvensional. Kalau nggak, ditunggu sampai kiamat pun nggak akan kering :mrgreen:

Baca lagi

Ganti Kostum

Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada Juni 13th, 2008

Ganti theme lagi,,, mudah-mudahan ini yang terakhir. Capek ngutak-ngutiknya. Di bawah ini dua theme blog saya sebelumnya.

Ditandai sebagai:, ,

Kisah Mas Kartono dan Mbak Kartini

Ditulis dalam Ceritakoe, Opini by herr di/pada April 21st, 2008

Al kisah, ada seorang lelaki bernama mas Kartono (bukan nama sebenarnya, red) sang penjual roti keliling. Roti yang ia jual bukan roti buatannya tapi buatan pabrik. Dia hanya menitipkan sejumlah roti dalam satu wadah ke tempat-tempat seperti wisma/kos, warung dan warnet. Satu wadah kira-kira ada 15 biji roti. Dia lakoni tiap harinya dengan bersepeda motor tanpa mengenal lelah.

Pendapatannya tidak lah seberapa. Dari satu roti, ia hanya mendapatkan keuntungan Rp. 200 saja. Bila dikalikan jumlah roti dalam satu wadah mungkin bisa mencapai Rp. 3000. Itu kalau terjual semua. Kadang uang yang ia peroleh tidak sesuai dengan sisa roti yang dikembalikan. Pernah dikatakan padanya, “Mas, uangnya kurang. Mungkin ada yang ngutang dulu bayarnya nanti atau bisa jadi marongaji (mangan loro ngakune siji)”. Dengan tawadhu’ dia menjawab, “Oh nggak papa mas, mungkin rejeki saya ada di tempat lain”. Yah, memang bisnis seperti itu banyak resikonya. Bisnis yang mengandalkan kepercayaan orang lain (baca: khusnudzan) bukan kepercayaan orang lain terhadap kita. Hanya sedikit yang bisa bertahan, salah satunya mas Kartono. Mas Kartono… mas Kartono, orang kayak ente jarang ada di kolong langit ini.

Lanjutken

Ditandai sebagai:, , , ,

Plentonk

Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada Februari 16th, 2008

Untuk kali pertamanya saya nulis postingan langsung di warnet, tadinya mau buka situs apa saya sendiri juga bingung, jadi ah mending nulis sesuatu buat nambah-nambah postingan blog. Biasanya saya ngetik dulu di komputer sendiri pake notepad, tapi sekarang saya mencoba biar terbiasa menulis dengan cepat. Apa yang ada di kepala langsung tak ketik, makanya hasilnya ya begini saja alias nggak jelas. But it’s no problem.

Oh iya kenalin nih nama warnetnya Plentonk baru launching awal-awal Februari lalu. Dari tanggal 6 - 15 Februari sejamnya cuma 1500 rupiah. Maklum lagi promosi. Setelah itu sejam jadi 2400 rupiah, yah lumayan murah buat warnet yang letaknya di pemukiman mahasiswa, apalagi PCnya baru and monitornya flat lagi. Udah gitu tempatnya bagus plus ada lampion-lampionnya juga. Kalau situ tinggal di sekitar Pogung Dalangan Yogyakarta, warnet ini bisa dijajal. Saya nulis ini nggak dibayar lho, saya cuma sekedar ngasih referensi aja kok.

Plentonk artinya apa sih? Di desktop monitor tertulis arti Plentonk, ‘Plentonk tuh artinya bola pijar, orang sekarang tuh sudah lupa plentonk dan pada lebih seneng pake neon tapi jaman dulu jaman listrik awalan plentonk adalah teman belajar yang mbantu kita jadi sedikit lebih pintar’. Ide penamaan warnetnya boleh juga, memang internet bisa bikin pinter. Tapi perasaan baru kali ini denger nama plentonk, apa benar artinya gitu ya?

Ditandai sebagai:, ,

Cerita Surveyor

Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada Desember 18th, 2007

Sudah lama nggak jalan-jalan ke mall, hari sabtu kemarin saya ke mall. He he he bukan mejeng lho, kan rata-rata tujuan utama orang ke mall itu nomor satunya untuk cuci mata, klo belanja mah nomor sekian. Saya ke mall dalam rangka survey kendaraan di tempat parkirnya untuk penelitian skripsi teman saya, tepatnya di mall Ambarukmo Plaza Yogyakarta yang katanya mall terbesar dan terlengkap di Jawa Tengah. Mall ini memang besar, bisa dilihat dari tempat parkirnya yang bisa menampung seribu lebih mobil. Jumlah lantai parkirnya pun mencapai 10 lantai ditambah 2 lantai basement.

Saya kebagian menghitung jumlah mobil yang masuk ke tempat parkir sekaligus mencatat nomor polisi (nopol) dan waktu masuknya. Ada hal yang menarik dari nopol yang saya catat:
• Plat terbanyak adalah AB (ya iya lah) kemudian B, AD dan AA. Sisanya dibagi rata.
• Banyak kendaraan yang memakai angka 8888 (mirip nomor fren), misalnya AB 8888 TS, B 8888 KB, DST
• Menggunakan kombinasi angka tengah yg diulang, misalnya 8668, 7997, 1001, DST
• Memakai nama pemilik mobil, misalnya B 460 ES, AB 35 TI (terlalu dipaksakan), DST
• Gak pake nopol, eh gak ding. Klo ada berarti itu mobil hasil curian. :)

Wah, surveynya benar-benar bikin capek. Lha wong surveynya mulai dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam kok, gimana gak bikin badan pegel-pegel. Tapi gak papa nanti kan dapat honor ;) .

Ditandai sebagai:, , , ,

Berwisata di Pasar Berjalan

Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada Nopember 16th, 2007

KeretaSiapa yang belum pernah naik kereta? Bukan kereta mini atau kereta dorong, tapi kereta api betulan. Mungkin setiap orang sudah pernah menaikinya, kecuali daerah-daerah di Indonesia yang tidak terlayani jalur kereta api seperti sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Bagi anda yang ingin bepergian keluar kota namun dana untuk biaya transport terbatas, kereta ekonomi bisa jadi alternatif. Disamping harga tiket yang murah, naik kereta ekonomi bisa menjadi tempat wisata yang bagi sebagian orang belum menyadarinya.

Biasanya kalau naik kereta api, kita disuguhi pemandangan -pemandangan indah ala pedesaan seperti gunung, perbukitan, sawah, sungai dan danau. Tapi bukan wisata itu yang dimaksud karena rata-rata kereta ekonomi hanya beroperasi di malam hari, jadi jangan harap bisa lihat pemandangan -pemandangan indah selama perjalanan. Lalu apa dong? Jawabannya adalah wisata kuliner dan belanja. Ya, di satu sisi banyaknya para pedagang yang bebas masuk ke kereta membuat suasana di dalam gerbong menjadi semrawut, di sisi lain kita dapat bertransaksi dengannya dan menikmati suguhan yang mereka tawarkan. (lagi…)

Ditandai sebagai:, , , ,

Kapan Lulus?

Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada Oktober 8th, 2007

Setiap orang memiliki suatu pertanyaan yang tidak ingin dijawab –kalau dijawab pun itu dengan terpaksa- karena dia sendiri sudah kadung phobi dengan pertanyaan tersebut. Seperti bujang lapuk yang sudah lama tidak dapat-dapat jodoh, alergi dengan pertanyaan: kapan nikah? Begitu pula dengan saya, enek rasanya kalau ada yang nanya: kapan lulus? Ha..ha..ha..mau jadi mahasiswa abadi ya bozz. Gitu ya, seneng kalau ada temen yang sedang menderita begini. Sorry bozz, peace.. (lagi…)

Ditandai sebagai:, ,

Sandal Jepit

Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada September 29th, 2007

Sandal jepitEntah sudah berapa pasang sandal jepit saya yang tertukar (atau salah ambil!?) dengan orang lain ketika selesai shalat berjama’ah di masjid. Bukan saya yang salah mengambil (atau menukar!?) sandal jepit orang, tapi sayalah yang menjadi korban kaki-kaki jahil. Halah cuma sandal jepit kok, tinggal beli lagi bozz. Hmmmm, bukan masalah mahal atau murahnya barang yang hilang, tapi dengarlah jerita hati saya. Memang hatinya kenapa bozz? Dengarkan saja… (lagi…)

Ditandai sebagai:,