Keripik Salak
Sudah pernah makan keripik salak? Mungkin tidak banyak orang pernah menyicipi keripik yang satu ini karena biasanya singkong atau kentang yang sering dibuat keripik. Kalau begitu pertanyaannya saya turunkan. Apakah Anda sudah pernah melihat keripik salak? He..he..he.. kalau belum lihat saja gambar di bawah ini.

Hmmm, apa cara menggoreng keripik salak sama dengan cara menggoreng keripik-keripik yang lain (keripik singkong dkk)? Jelas beda. Buahnya berbeda dari segi tingkat kadar airnya. Singkong dan kentang memiliki tingkat kadar air yang relatif lebih kecil dibandingkan buah salak. Sehingga diperlukan perlakuan khusus agar salak pondoh yang digoreng menjadi kering sempurna seperti keripik-keripik yang lain, tidak sekedar menggoreng cara konvensional. Kalau nggak, ditunggu sampai kiamat pun nggak akan kering
Oleh karena itu dibuat alat penggoreng dalam wadah hampa udara (vacuum frying) dalam bentuk tabung. Di dalam tabung berisi minyak goreng yang dijaga panasnya pada suhu 70-80 derajat selsius.


Gambar yang ada di postingan ini saya peroleh ketika melaksanakan kegiatan KKN UGM di Kelurahan Purwobinangun Kecamatan Pakem, Sleman tepat dua tahun yang lalu. Kecamatan Pakem terletak di sebelah utara kota Yogyakarta yang dekat dengan kawasan wisata gunung Merapi merupakan daerah penghasil salak pondoh. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali jenis salak yang ada di Indonesia, salah satunya salak pondoh. Ciri khas dari salak tersebut adalah ukuran buahnya yang kecil tapi rasanya sangat manis, orang bilang sih manisnya semanis madu. Apabila dibuat keripik, rasanya tidak berubah karena akibat dari proses penggorengan dalam hampa udara.
Program KKN-nya bertemakan pengadaan alat penggoreng keripik salak -lebih tepatnya salak pondoh- yang nantinya dikelola secara mandiri oleh masyarakat, tentunya diadakan pelatihan terlebih dahulu. Dilatar belakangi dari melimpahnya salak pondoh di daerah tersebut pada musim panen raya bulan November sampai Maret sehingga harga di pasaran menjadi murah mencapai Rp. 1.500,00 perkilo. Namun bila bukan pada saat musimnya harga salak pondoh menjadi mahal sekitar Rp. 8.000,00. Nah, agar petani tidak rugi pada saat musim panen raya dan tidak mungkin bisa salak pondoh ditimbun dulu lalu dijual pada saat musim paceklik, maka sebagian salak pondoh disulap menjadi keripik, dengan harapan kesejahteraan petani semakin meningkat.
Harga keripik salak di pasaran tergolong mahal. Anda perlu merogoh kocek dalam-dalam agar bisa membeli satu kilo keripik salak yang harganya Rp. 90.000,00 sampai Rp. 100.000,00. Maklum, dari satu kilo buah salak pondoh menghasilkan hanya satu ons keripik salak. Jadi untuk memperoleh satu kilo keripik salak dibutuhkan sepuluh kilo buah salak. Itu belum biaya pembelian bahan bakar elpiji dan minyak goreng. Bila Anda ingin merasakan sensasi legit, gurih dan manisnya keripik salak, harga tersebut masih wajar.
Sayang, setelah kira-kira satu tahun setelah KKN berakhir, alat penggoreng keripik salak rusak. Ketebalan tabung tidak sesuai dengan yang direncanakan sehingga aktifitas produksi hanya bertahan sebentar saja. Entah bagaimana bisa terjadi. Oleh karena itu pada tahun ini telah diberangkatkan tim KKN UGM yang rencananya akan memperbaiki alat tersebut. Mudah-mudahan berhasil.




Sudah pernah makan keripik salak? Belum.
Sadat ar Rayyan
17 Juli 2008 at 11:38 am
Saya kirain klo lokasinya di Malang yang kaya akan kreasi kripik….
Yang nggak biasa adalah kripik apel, nanas, nangka, melon
3 tahun belakangan kripik nangka mulai banyak yang memproduksi, tapi saya tahu pertama kali waktu di Malang sekitar 10 atau 11 tahun lalu
sapimoto
18 Juli 2008 at 3:04 pm
jadi gimana, ada niat mau jadi produsen keripik salak atau mau jadi produsen alat penggoreng keripik salak ?
kayaknya bisa di tawarkan di Bali tuh, disana kan banyak petani salak juga, klo pas lagi musim dulu beli sekarung cuma Rp 5.000 tuh
heri
18 Juli 2008 at 4:37 pm
@sapimoto
ooo gitu ya mas, klo saya mah keripik salak itu nggak biasa, yang sering keripik singkong, kentang, tempe…
saya pernah denger keripik nangka, alat penggorengnya pun sama dengan keripik salak. orang bilang rasanya lebih mantep daripada keripik salak, apa iya ya?
@heri
jadi konsumen aja deh mas
untuk berbisnis keripik salak ini dibutuhkan modal uang yang tinggi. setahu saya harga alat penggorengnya di pasaran sekitar 25 jutaan, belum lagi harga perkilo keripik salak mahal, mungkin targetnya masyarakat kelas menengah ke atas.
mang di bali belum ada ya?
herr
18 Juli 2008 at 9:41 pm
kripik salak, wah ada ada aja ya.. enak ga..?
eh kalo udah pernah coba kripik salak yang rada rada aneh
pernah ga makan “Es Bakar ” ? (just kidding)
candra
19 Juli 2008 at 6:46 pm
Keknya pnah nyobain…
Melati
22 Juli 2008 at 3:10 pm
enyak enyak enyak…
keripik nangka juga enyak, humm…
met kenal!
dyra
23 Juli 2008 at 10:43 am
Belum pernah coba. Aaaah.
Ada juga lho kripik apel, kripik nangka, kripik blimbing, kripik mangga.
Mau ??? saya pernah beli pas di Malang, tapi di Pacet, Mojokerto juga ada kok.
hihihi
sagung
24 Juli 2008 at 10:21 pm
assalaamu’alaykum
keripik kentang paling enak…
awisawisan
25 Juli 2008 at 11:52 am
keripik buah2an paling awal terkenalnya ya di malang, shg jadi sebutan cemilan oleh2 khas malang
ladyelen
8 Agustus 2008 at 2:42 pm
Yup, kalo ngomongin kripik aneh2 ya Malang to… Ada kripik nangka yang muanteb banget, kripik mangga yang manis2 asem, kripik belimbing yang aneh, sampe kripik melon yang bikin pusing. Hehehe, kayaè semua dikripikin. Tapi berdasar survei, kalo habis pulang dari Malang dan bawa oleh2, orang luar Malang paling suka ma kripik tempe-nya tuh… (narsisme kedaerahan) ^^
fauziah85
11 Agustus 2008 at 3:24 pm
[...] Keripik Salak Ditulis dalam Ceritakoe by herr di/pada Juli 17th, [...]
keripik salak « Anahidayah’s Weblog
6 September 2008 at 3:15 pm
Ada yg tau contact person / almt lkp produsen kripik ? Yang kira2 bisa dikulak gitcu…..
Lege A.N
18 September 2008 at 12:06 pm
ada gak yg jual kripiknya cara grosir jadi bisa dijual lagi dlm kemasan lebih sederhana agar kalangan menengah kebawah bisa merasakan.tlng dibalas
yoyo
13 Oktober 2008 at 8:06 pm
@yoyo
mungkin ada saja mas, tapi saya belum menjumpainya. coba saja anda ke sentra2 produksi keripik salak semacam di daerah turi sleman (DIY) atau di daerah lainnya. setahu saya keripik salak yang telah diproduksi, produsen langsung menitipkannya ke toko2 agar keuntungannya lebih besar. hal tersebut wajar karena biaya untuk memproduksinya pun besar terutama dari pengadaan alat penggorengnya. mengenai kemasan memang bisa lebih sederhana, namun harus sesuai dengan standar kemasan keripik buah2an yaitu bahan dasarnya terbuat dari alumunium foil agar keripik tahan lama.
herr
14 Oktober 2008 at 8:33 am
boeh minta gambar skematik atau cara kerjanya mesin vacuum frying gak..
thanks
ayat santiko
25 Nopember 2008 at 3:55 pm
memang enak kok …, semua buah bisa dibikin keripik kecuali buah…….?
ikut nimbrung
komen blogku ya thanks
shalimow
5 Desember 2008 at 8:26 pm
waah… wisata kuliner ni ceritanya???
kenapa gak ngunjungin makanan asal Papua juga?? kangen deh sama kampung lahir….
anggra
24 Desember 2008 at 11:56 am
Bagi temen2 yang butuh informasi seputar Mesin Vacuum Frying atau peluang bisnis keripik buah silahkan kunjungi website kami di http://www.vacuumfrying.com! Kalau mau sharing juga monggo…
Rizki
31 Desember 2008 at 1:00 am
Melihat dari modal yg cukup tinggi,sepertinya agak susah diikuti oleh petani bermodal kecil termasuk saya.Belum lagi masalah pemasaran yg belum pasti.Aku lebih suka mengembangkannya dalam bentuk lain spti manisan spti coco itu lho.
ndarto
27 Januari 2009 at 5:26 pm
GROSIRNYA KRIPIK BUAH DI MALANG YAA….
DI GROSIR KRIPIK
SEE ….
natureoleh-oleh.blogspot.com
dijamin muurraah polll dengan quality yang TOP
GROSIRNYA KRIPIIK BUAH
5 Februari 2009 at 1:48 pm
Info daftar harga
bersama ini kami sampaikan daftar harga keripik
Keripik Nangka curah
Standart 55.000 Super 75.000
Keripik Nangka Kemasan
100 g ==> Rp. 7.500
200 g ==> Rp. 14.500
Keripik Apel curah
Kecil 55.000 Super 75.000
Keripik Apel Kemasan
100 g ==> Rp. 7.500
200 g ==> Rp. 14.500
Keripik Mangga Rp. 90.000/ Kg 10.000/ 100 g
Keripik Salak Rp. 75.000/ Kg 8.500/ 100 g
Keripik Pisang Rp. 25.000/ Kg 3.500/ 100 g
Keripik Telo Ungu Rp. 25.000/Kg 3.500/ 100 g
Keripik Tempe Rp. 30.000/ Kg 4.000/ 100 g
Keripik Talas Rp. 25.000/ Kg (if any) 3.500/ 100 g
Keripik Rambutan, 85.000 / Kg 9.500/ 100 g
Nanas, 85.000/ Kg 9.500/ 100 g
dll Menyusul
(sebab saat ini harga buah tsb dipasaran masih mahal)
GROSIRNYA KRIPIIK BUAH
5 Februari 2009 at 1:50 pm
wah seru nich di daerah mana ya kripik salak yang paling mantapz???
intan
3 Juli 2009 at 10:04 pm