Sudah Waktunya Tidur Panjang…
Z z z z z z z z z z z z z z z z…
Titel MCP
Titel dalam bidang apa tuh? dari luar negri ya?? He..he.. ternyata itu kependekan dari Master of Copy Paste. Gelar yang akrab sekali melekat bagi mahasiswa atau pelajar untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah ataupun sekolah. Sekarang apa sih yang nggak bisa. Tinggal ketik WWW plus nama situs, kita bisa bermanja-manja mencari apa yang ingin kita dapat. Atau dengan menggunakan bantuan mesin pencari (search engine) semacam Google, Yahoo, Altavista dan lainnya, kita bisa dapatkan berjubel artikel yang kita cari. World Wide Web memang merupakan surga baru bagi kita-kita pengguna teknologi.
Lalu, apakah hanya di lingkungan kampus atau sekolah saja yang biasa seperti itu? Aksi copy-paste dalam dunia jurnalisme onlinepun cukup banyak bahkan sebagian blogger mendapatkan tema untuk postingannya nggak malu-malu ngopy paste dari blog lain. Coba saja kita nilai sendiri dan introspeksi. Saya, dan mungkin Anda-Anda juga sering melakukan ini dan sepantasnya dapat gelar MCP. Buktinya, saya dapat artikel ini dari http://kliksadat.blogspot.com dengan perubahan seperlunya, hehehehe… tapi tenang, saya sudah minta ijin sama si empunya. Selamat bergelar MCP.
Sombong VS Percaya Diri
Orang yang percaya diri biasanya mudah bergaul dengan orang lain. Sedangkan orang sombong biasanya malas didekati oleh siapapun. Pasalnya banyak orang yang bingung sebenarnya posisinya ada dimana. Berikut perbedaan antara orang sombong dan orang percaya diri:
- Orang sombong menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain. Sedangkan orang percaya diri percaya bahwa dirinya memiliki keunikan dan talenta sebagaimana yang dianugerahkan berbeda kepada setiap orang.
- Orang sombong seolah selalu tahu apa yang paling baik untuk orang lain. Sedangkan orang yang percaya diri selalu terbuka tentang pendapatnya terhadap orang lain.
- Orang sombong biasanya tajam terhadap orang yang ia lihat sebagai saingan. Orang percaya diri sudah lahir dengan kemampuan untuk bersaing.
- Orang sombong sulit dan bahkan tidak pernah mengakui kesalahan mereka. Orang percaya diri tidak takut untuk mengaku bahwa ia melakukan kesalahan.
- Orang sombong biasanya suka jika orang lain melakukan kesalahan sedang mereka yang percaya diri suka membantu orang menghadapi kesalahan yang mereka buat.
- Orang sombong biasanya sangat peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya. Sedangkan orang percaya diri tidak terlalu peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya.
- Orang sombong biasanya suka membanggakan dirinya, sedangkan mereka yang percaya diri cenderung diam.
Sombongkah atau percaya dirikah Anda?
Plentonk
Untuk kali pertamanya saya nulis postingan langsung di warnet, tadinya mau buka situs apa saya sendiri juga bingung, jadi ah mending nulis sesuatu buat nambah-nambah postingan blog. Biasanya saya ngetik dulu di komputer sendiri pake notepad, tapi sekarang saya mencoba biar terbiasa menulis dengan cepat. Apa yang ada di kepala langsung tak ketik, makanya hasilnya ya begini saja alias nggak jelas. But it’s no problem.
Oh iya kenalin nih nama warnetnya Plentonk baru launching awal-awal Februari lalu. Dari tanggal 6 - 15 Februari sejamnya cuma 1500 rupiah. Maklum lagi promosi. Setelah itu sejam jadi 2400 rupiah, yah lumayan murah buat warnet yang letaknya di pemukiman mahasiswa, apalagi PCnya baru and monitornya flat lagi. Udah gitu tempatnya bagus plus ada lampion-lampionnya juga. Kalau situ tinggal di sekitar Pogung Dalangan Yogyakarta, warnet ini bisa dijajal. Saya nulis ini nggak dibayar lho, saya cuma sekedar ngasih referensi aja kok.
Plentonk artinya apa sih? Di desktop monitor tertulis arti Plentonk, ‘Plentonk tuh artinya bola pijar, orang sekarang tuh sudah lupa plentonk dan pada lebih seneng pake neon tapi jaman dulu jaman listrik awalan plentonk adalah teman belajar yang mbantu kita jadi sedikit lebih pintar’. Ide penamaan warnetnya boleh juga, memang internet bisa bikin pinter. Tapi perasaan baru kali ini denger nama plentonk, apa benar artinya gitu ya?
Mencari Hati yang Hilang
Seorang ahli ibadah sedang dilanda keresahan hati. Hatinya tidak seteduh dulu lagi. Ada sesuatu yang hilang namun ia tidak mengetahuinya. Tidaklah itu terjadi kecuali setelah ia melakukan pembangkangan terhadap Penciptanya. Dengan perasaan bingung ia berjalan memasuki gang satu ke gang lainnya di sudut suatu kota hendak mencari hati yang hilang tersebut. Dengan langkah gontai dia bersya’ir sendu,
Ya Rabb,
dimanakah hatiku?
kemanakah hati yang dulu singgah menenteramkan jiwaku?
kemana ia pergi setelah durhaka kulakukan?
kemana hendak aku cari?
sungguh hati itu lebih aku butuhkan dari sekedar makan dan minum
Ya Rabb, pertemukan aku dengannya…
Nyaris ia putus asa hingga sesampainya di sebuah gang, ahli ibadah tersebut mendengar suara kegaduhan dari dalam suatu rumah. Ternyata ada seorang ibu sedang memarahi anak perempuannya yang masih kecil. “Wahai anak durhaka! Celakalah kamu, ibumu ini sudah kehabisan akal menghadapi anak pembangkang macam kamu, enyahlah dari rumahku!!” hardik sang ibu sambil membanting pintu sekeras-kerasnya. Ahli ibadah melihat mereka dengan seksama dari kejauhan. Read more
Cara Lain Download Video Youtube
Banyak cara mengunduh file video di website Youtube.com, salah satunya dengan bantuan website yang lain seperti keepvid.com. Namun cara tersebut menurut saya kurang efektif karena nama file yang disimpan hanya tertentu artinya tidak bisa diubah yaitu get_video. Kalau file video yang diunduh banyak, nama filenya jadi berindeks, get_video(1), get_video(2), get_video(3) dan seterusnya. Memang bisa diubah, tapi setelah filenya sudah selesai diunduh dan hal ini agak merepotkan karena kita mesti membuka file tersebut untuk mengetahui video mana yang kita unduh.
Oleh karena itu, saya sedikit memaparkan cara efektif mengunduh file video dari Youtube.com yang saya dapatkan ilmu tersebut dari kawan saya. Untuk mempersingkat langsung saja, langkah-langkahnya sebagai berikut: Baca lagi
Surat Ibu kepada Putranya
Assalamu’alaikum,
Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…
Wahai anakku,
Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…
Wahai anakku!
Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku. Baca selanjutnya…
Mengubah Status Yahoo Messenger
Pernahkah Anda melihat status ID Yahoo Messenger (YM) teman Anda seperti gambar di samping? Statusnya “I’m on sms”. Maksudnya teman Anda tersebut tidak online secara langsung, tetapi jika Anda menghubunginya lewat instant messege YM, maka pesan Anda akan sampai ke handphonenya (HP) melalui sms. Saya dapat ilmu ini dari teman saya, berikut langkah-langkah menyeting statusnya:
- Terlebih dahulu daftarkan nomor HP Anda dengan memasuki menu Messenger>>Preference>>General>>Edit Mobile Device (kadang-kadang ada YM yang tidak mensupport mobile device)
- Setelah itu, akan ada widow baru Register a new device. Pilih country yaitu Indonesia dan masukkan nomor HP Anda lalu klik continue
- Beberapa saat kemudian HP Anda akan menerima sms dari YM, yang isinya code untuk mengaktifkan pendaftaran Anda tadi. Codenya berupa angka empat digit
- Masukkan code tadi dan nomor Anda sudah tedaftar
- Cobalah untuk melihat hasilnya dengan sign in ke nomor HP Anda, caranya pada toolbar Messenger>>Sign in to 628180275****. Kalau teman Anda yang sedang online melihat status YM Anda “I’m on sms”, maka Anda telah berhasil. Selamat!!! Belum selesai, lihat berikutnya…
Sate Klatak
Bagaimana hasilnya bila seekor kambing dikawinkan dengan satu unit sepeda? Hush! Jangan berpikir yang nggak-nggak. Kalau Anda bertandang ke Pasar Jejeran, Wonokromo, Plered, Bantul, Jogja, Anda akan menemukan hasil perkawinan silang itu, yaitu sate klatak.
Letak Pasar Jejeran ini sekitar 7 km dari arah Makam Imogiri. Siang hari, pasar ini berperan layaknya pasar tradisional lainnya, menjual beragam sayur segar, bumbu masak, hingga daging dan ikan. Malam hari, keramaian pasar ini tidak sepenuhnya mati karena disulap menjadi pasar sate klatak.
Berbeda dengan sate kambing lainnya, sate ini anti bumbu. Sate klatak tidak dibaluri racikan bumbu yang membikin sate ini mengeluarkan aroma yang menggelitik perut. Jadi, sate ini hanya diberi garam. Kalau ada yang minta diberi merica, ya boleh saja. Toh, dengan bumbu seadanya, daging kambing ini tetap terasa gurih dan empuk. Bau kambing akan tetap tertinggal. Tapi, justru itu yang diburu pembeli. Lanjut
Garam dan Telaga
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya…”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping. Pak Tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua tersebut lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”. Lanjutannya


