Cerita Surveyor
Sudah lama nggak jalan-jalan ke mall, hari sabtu kemarin saya ke mall. He he he bukan mejeng lho, kan rata-rata tujuan utama orang ke mall itu nomor satunya untuk cuci mata, klo belanja mah nomor sekian. Saya ke mall dalam rangka survey kendaraan di tempat parkirnya untuk penelitian skripsi teman saya, tepatnya di mall Ambarukmo Plaza Yogyakarta yang katanya mall terbesar dan terlengkap di Jawa Tengah. Mall ini memang besar, bisa dilihat dari tempat parkirnya yang bisa menampung seribu lebih mobil. Jumlah lantai parkirnya pun mencapai 10 lantai ditambah 2 lantai basement.
Saya kebagian menghitung jumlah mobil yang masuk ke tempat parkir sekaligus mencatat nomor polisi (nopol) dan waktu masuknya. Ada hal yang menarik dari nopol yang saya catat:
• Plat terbanyak adalah AB (ya iya lah) kemudian B, AD dan AA. Sisanya dibagi rata.
• Banyak kendaraan yang memakai angka 8888 (mirip nomor fren), misalnya AB 8888 TS, B 8888 KB, DST
• Menggunakan kombinasi angka tengah yg diulang, misalnya 8668, 7997, 1001, DST
• Memakai nama pemilik mobil, misalnya B 460 ES, AB 35 TI (terlalu dipaksakan), DST
• Gak pake nopol, eh gak ding. Klo ada berarti itu mobil hasil curian.
Wah, surveynya benar-benar bikin capek. Lha wong surveynya mulai dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam kok, gimana gak bikin badan pegel-pegel. Tapi gak papa nanti kan dapat honor
.





Btw tujuannya tuk apa tho mas Her ?
Teman saya malah ada ditugasin hitung kendaraan yg lewat di sebuah jalan protokol
oliveoile
18 Desember 2007 at 10:35 am
Setia kawan…
hyorinmaru
18 Desember 2007 at 6:29 pm
@ oliveoile
Saya mencatat plat mobil dan waktu masuknya kapan, ada juga yg nyatat waktu keluarnya. Jadi dari selisih waktu keluar dan masuknya diperoleh durasi lamanya mobil itu parkir. Nah dari situ dianalisis sama teman saya untuk mencari kapasitas tempat parkir tsb, sehingga hasilnya selain sebagai syarat dia lulus juga untuk bahan evaluasi bagi pengelola parkir.
Survey di jalan protokol biasanya menghitung jumlah kendaraan yang melewati jalan tsb baik mobil, truk, bus, motor, sepeda maupun becak. Analisisnya mungkin sama untuk mencari kapasitas jalan yg hasilnya diterapkan bagi kebijakan pelebaran jalan atau perubahan sistem lalu lintas.
Wah, saya terlalu bicara banyak padahal bukan bidangnya
@hyorinmaru
), klo gak dibantu ya kasihan juga sih…
Anu mas, teman saya itu angkatan 98 baru skripsi sekarang (lebih parah dari pada saya
herr
19 Desember 2007 at 1:29 am
dapat honor kan??asyik…makan-makan..makan-makan..
akhsa
19 Desember 2007 at 2:51 am